Sudah 4 minggu tanpa kabar darimu. Yang sudah buat ku mengerti kalau kamu mulai pergi dari hidup ku dan mungkin tak ada niat untuk kembali. Aku tidak munafik, jika aku memang sangat merindukamu dan selalu mencari-cari sosok mu. Bahkan aku masih berharap kita bisa bertemu kembali, tertawa-tawa bersama, cerita bayak hal dan masih banyak lagi kebiasaan kita saat kita masih bersama dulu.
Hey, Tuan SSFC. Lihat kesini, setelah kepergianmu langitku masih biru, bungaku tetap layu, aku masih bisa bernafas dengan paru-paruku, semua masih berjalan seperti biasa dan ada pada tempatnya. Aku masih baik-baik saja Tuan, jangan khawatirkan aku. Aku masih bisa tersenyum walau kamu tak lagi menjagaku, aku masih bisa melawan rasa takutku walau kamu tak lagi jadi bagian hidupku.
Sudah 4 minggu tanpa kabar darimu. Ketika kamu terakhir ingin kita bertemu, ternyata itu pertemuan kita untuk yang terakhir. Saat itu tak ada getar aneh yang aku tangkap, kamu masih sama dan baik-baik saja. Malahan kamu ajak aku untuk menikah. Tapi ajakan itu kenapa berakhir dengan kandasnya hubungan kita. Aku benar-benar tidak mengerti, tak terbaca oleh nalarku. Aku tak mau semua hal yang manis jika kamu hempaskan aku sekeji ini.
Sudah 4 minggu tanpa kabar darimu. Tuan, aku sudah tak bisa lagi berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan merasa baik-baik saja. Aku sudah tak bisa lagi menahan rasa rindu ini, rindu ini telah racuni sel-sel otak ku. Pikiran ku seakan hanya ada kamu, aku benar-benar gila karena mu. Begitu bodohnya aku sampai-sampai gila karena cinta, cinta yang tak siapapun tau.
Sudah 4 minggu tanpa kabar darimu. Masih saja aku melamunkanmu, mengingat-ingat wangi tubuhmu, meningat-ingat kecupan terakhirmu yang mendarat di bibirku. Semua begitu manis pada tempatnya, tapi kenapa harus berakhir secepat ini. Rasanya baru sebentar aku rasakan bahagia, dan sekarang harus ku relakan bahagia itu pergi dan menemukan jalannya sendiri tanpa melibatkan aku
Dari Yuki-mu..
Yang begitu bodoh,
Masih mengharapkanmu kembali..