Rabu, 27 Agustus 2014

4 Minggu Tanpa Kabar darimu

Sudah 4 minggu tanpa kabar darimu. Yang sudah buat ku mengerti kalau kamu mulai pergi dari hidup ku dan mungkin tak ada niat untuk kembali. Aku tidak munafik, jika aku memang sangat merindukamu dan selalu mencari-cari sosok mu. Bahkan aku masih berharap kita bisa bertemu kembali, tertawa-tawa bersama, cerita bayak hal dan masih banyak lagi kebiasaan kita saat kita masih bersama dulu.

Hey, Tuan SSFC. Lihat kesini, setelah kepergianmu langitku masih biru, bungaku tetap layu, aku masih bisa bernafas dengan paru-paruku, semua masih berjalan seperti biasa dan ada pada tempatnya. Aku masih baik-baik saja Tuan, jangan khawatirkan aku. Aku masih bisa tersenyum walau kamu tak lagi menjagaku, aku masih bisa melawan rasa takutku walau kamu tak lagi jadi bagian hidupku.

Sudah 4 minggu tanpa kabar darimu. Ketika kamu terakhir ingin kita bertemu, ternyata itu pertemuan kita untuk yang terakhir. Saat itu tak ada getar aneh yang aku tangkap, kamu masih sama dan baik-baik saja. Malahan kamu ajak aku untuk menikah. Tapi ajakan itu kenapa berakhir dengan kandasnya hubungan kita. Aku benar-benar tidak mengerti, tak terbaca oleh nalarku. Aku tak mau semua hal yang manis jika kamu hempaskan aku sekeji ini.

Sudah 4 minggu tanpa kabar darimu. Tuan, aku sudah tak bisa lagi berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan merasa baik-baik saja. Aku sudah tak bisa lagi menahan rasa rindu ini, rindu ini telah racuni sel-sel otak ku. Pikiran ku seakan hanya ada kamu, aku benar-benar gila karena mu. Begitu bodohnya aku sampai-sampai gila karena cinta, cinta yang tak siapapun tau. 

Sudah 4 minggu tanpa kabar darimu. Masih saja aku melamunkanmu, mengingat-ingat wangi tubuhmu, meningat-ingat kecupan terakhirmu yang mendarat di bibirku. Semua begitu manis pada tempatnya, tapi kenapa harus berakhir secepat ini. Rasanya baru sebentar aku rasakan bahagia, dan sekarang harus ku relakan bahagia itu pergi dan menemukan jalannya sendiri tanpa melibatkan aku 

Dari Yuki-mu..
Yang begitu bodoh,
Masih mengharapkanmu kembali..


Kamis, 14 Agustus 2014

15 Agustus 2014

Sesaat tadi ku menengok akun facebook ku, mungkin saja kamu balas semua pesan ku atau mungkin ada cowo cakep yang nyasar. Aku intip dinding akun mu, ternyata semalam kamu unggah foto kamu dan perempuanmu beserta anak bayi kembar yang lucu-lucu. Aku juga tidak tau itu anak siapa yang berbagi layar foto denganmu. Aku cemburu, amat sangat cemburu melihatmu dengan perempuanmu itu. Hatiku terasa perih tersayat-sayat pisau. Aku mulai tersadar, tega kah aku hadir ditengah-tengah kebahagiaan kalian? Mengharap perempuanmu mau berbagi suaminya untukku. Aku juga perempuan, tidak ada perempuan di dunia ini yang rela berbagi suami dengan perempuan lain. Jika ada yang bersikap ikhlas, aku yakin tidak ada perempuan yang bisa ikhlas melihat suaminya bersama perempuan lain. Jika ada yang bersikap ikhlas, aku yakin hatinya menangis, aku yakin hatinya perih.


Aku juga perempuan, aku mau seperti perempuan lainnya bahagia dan hidup dengan orang yang sangat di kasihi. Apa bedanya aku dengan perempuan itu? Dia kenal dengan mu lebih dulu dibanding aku, rasanya itu tidak adil. Dia perempuan yang sabar, memang aku kurang sabar apa lagi. Aku begitu berharap ketika kamu mulai menyapa ku kembali setelah 2 tahun yang penuh canda darimu. Tapi mungkin hari ini harus ku kubur dalam-dalam harapan itu. Aku akan berbesar hati relakan mu, biarkan mu bahagia dengan perempuan mu tanpa bayang-bayang ku lagi. Aku sadar betul bahwa selama ini aku hanya kamu anggap bayang-bayang mu saja. Sejajar denganmu, mengikutimu, tak bosan mendengar keluh atau bahagiamu dan akhirnya menghilang saat malam menjelang. 





Dari Yuki-mu
Yang begitu bodoh 

Rabu, 13 Agustus 2014

Tolong Temui Aku

Sampai kapan keadaan ini akan berlangsung. Rasanya aku telah lelah menunggu mu keluar dari tempat persembunyianmu. Aku sudah tak ingin menunggu lebih lama lagi hanya untuk mendengar kata "Hallo" dari mulutmu. Aku tak bisa bohongi perasaan ku sendiri, Aku begitu rindu kamu sampai saat aku menulis blog ini. Berkali-kali ku lihat layar ponselku, ku berharap ada pesan singkat darimu. Tapi tak ada satupun pesan darimu dari pagi tadi.

Aku hanya ingin hubungan ini jelas kemana arahnya. Jangan diam kan aku seperti ini, menunggu aku mengerti sendiri dengan keadaan ini. Tapi sungguh aku tidak mengerti dan mungkin tak mau mengerti, karena aku ingin dengar dari mulutmu sendiri. Jika memang kamu ingin cegah langkahku, tolong jangan beri aku sejuta harapan, jangan beri aku mimpi-mimpi yang indah. Tolongjangan peluk aku saat aku menangis, Tolong jangan pegang tanganku saat kita jalan bersama. Tolong jangan cium kening ku saat kamu antar kan aku pulang. 

Aku ingin semua ini jangan berakhir, aku minta sebentar saja bisa berdua denganmu. Walaupun hanya sekedar mengenang perasaan yang pernah ada untuk kamu. Selalu ku rapalkan dalam do'a, "Semoga kamu adalah hadiah terindah dari Allah untuk ku, untuk teman hidup ku, untuk ketenangan hati ku". Tapi kenyataan berkata lain, kamu perlahan menjauh dari pandanganku. Aku tak bisa menebak, apakah ini sekenario Tuhan agar aku bisa mensyukuri apa yang sudah aku miliki atau memang hidup ku di simpan agar aku bisa memperbaiki kualitas diri ku untuk di perjodohkan dengan orang yang lebih baik. Tapi saat ini yang ada di pikiran ku hanya amu. Kamu pasti tidak tau dan tidak akan pernah tau sebesar apa cinta ini untuk kamu.


Dari Yuki-mu..
Yang terus menunggumu..



Selasa, 12 Agustus 2014

Dwitasari :): Dua Hari Ini

Dwitasari :): Dua Hari Ini: Ketika dua hari kau menghilang dan tidak ada kabar, aku menyimpan rinduku dalam-dalam dan menunggu kamu menghubungi lebih dulu. Nyatanya, k...

Senin, 11 Agustus 2014

12 Agustus 2014

Hallo, Tuan SSFC. Sudah beberapa hari ini tak ada sedikit kabar dari mu, ku cari-cari tapi tak kunjung ku dapati. Entah kamu berada dimana, sesibuk apa sampai-sampai tak ada waktu untuk kamu bisa genggam hpmu agak bisa kabari aku. Aku rindu kamu, rindu semua tentang kamu. Sampai-sampai semalam aku bermimpi tentangmu. Tak ada lagi panggilan sayang untuk ku, tak ada lagi tatapan hangatmu, tak ada lagi sentuhan lembut jemarimu, tak ada lagi sebuah kecupan walaupun itu cuma titik dua bintang. 

Jauh sebelum kamu izin kan aku bebas melangkah ke hidupmu, aku sudah mengira bahwa hubungan kita tidak akan berakhir happy ending seperti di sinetron. Aku selalu membayangkan jika kamu tidak sedang bersamaku, tubuh siapa yang kamu dekap. Aku cemburu, tapi aku sadar aku tak boleh seperti itu. Kenyataannya kamu milik perempuan itu, bukan milik aku perempuan manja yang kekanak-kanakkan. Aku masih ingat betul, kemarin malam adalah pertemuan terakhir kita. Hadiah dari mu yang tak akan bisa aku lupakan dalam hidupku. Kita begitu dekat, kamu begitu nyaman berada di dekatku dan aku pun begitu. 

Mau sampai kapan aku terus menunggu mu tanpa kejelasan hubungan ini. Aku lelah, aku muak. Aku sadar betul, kamu telah bahagia dengan perempuan santun itu dan aku apa? Hanya seorang pengganggu yang menuntut kamu untuk selalu jadikan aku yang paling penting di atas segalanya. Tapi memang itu sebuah kesalahan? Allah telah anugrahkan cinta untuk aku. Dan cinta ku mengarah pada mu Tuan SSFC. Jelaskan pada ku dengan terang, kejelasan hubungan ini. Jangan cuma diam saja, menunggu ku mengerti sendiri.


Dari perempuan manja..
Yang sangat merindukanmu..

Kamis, 07 Agustus 2014

Cinta Sejati Sesungguhnya Akan Datang

"Manakala hati menggeliat mengusik renungan
Mengulang kenangan saat cinta menemui cinta
Suara sang malam dan siang seakan berlagu
Dapat aku dengar rindumu memanggil namaku
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Aku tak pernah pergi, selalu ada di hatimu
Kau tak pernah jauh, selalu ada di dalam hatiku
Sukmaku berteriak, menegaskan ku cinta padamu
Terima kasih pada maha cinta menyatukan kita
Saat aku tak lagi di sisimu
Ku tunggu kau di keabadian
Cinta kita melukiskan sejarah
Menggelarkan cerita penuh suka cita
Sehingga siapa pun insan Tuhan

Pasti tahu cinta kita sejati"

Sepenggal lagu soundtrack filem Habibie ainun. Sungguh menyentuh hati, Lagu sountrack nya ikut mewakili alur cerita filem itu sendiri. Bahwa di dunia ini ternyata masih ada cinta sejati, cinta yang begitu tulus, memberi tanpa ada pikiran untuk mendapat balasannya. Saling mengerti, saling menjaga, saling merawat tanpa ada rasa lelah. Cinta sejati itu memang benar masih ada di zaman sekarang ini, kisah cinta Bpk BJ. Habibie dan Ibu Ainun sungguh menginspirasi ratusan bahkan ribuan pasangan di luar sana. Cinta sejati akan selalu tumbuh dalam hati tak akan layu atau padam karena ribuan waktu dan hari yang dilewatkan bersama, melainkan akan selalu terjaga dan terpelihara dalam hati pasangannya. Hanya kematian yang bisa memisahkannya, dengan tangan Allah cinta itu bisa terpisah bukan karena tangan manusia.


Dari seseorang yang selalu bermimpi..
Cinta sejati sesungguhnya akan datang..

Minggu, 03 Agustus 2014

Aku Rindu Kamu

Semalam tadi kuhabiskan malam ku dengan mendengar celotehmu di handphone. Itu saja sudah cukup untuk ku melepas rindu denganmu. Walaupun kita terpisah pulau, aku tetap percaya dengan semua kata syang dan kangen yang selalu kamu ucapkan di telinga ku. Aku masih tak percaya mengapa perasaan ini begitu kuat menggelayuti hatiku. Padahal ini kedua kalinya kamu, aku miliki. Aku sudah tidak sabar menantimu pulang, menyapa ku "Hallo", bertanya "Apa kamu baik-baik saja saat aku tak ada" dan mendekapku sangat erat sambil berkata "Sayang, aku gak akan lepasin pelukan ini sampai kangen ku terobati."

Aku begitu rindu dengan semua hal tentangmu..
Aku menunggumu disini..
Sayang cepat lah pulang..