Sesaat tadi ku menengok akun facebook ku, mungkin saja kamu balas semua pesan ku atau mungkin ada cowo cakep yang nyasar. Aku intip dinding akun mu, ternyata semalam kamu unggah foto kamu dan perempuanmu beserta anak bayi kembar yang lucu-lucu. Aku juga tidak tau itu anak siapa yang berbagi layar foto denganmu. Aku cemburu, amat sangat cemburu melihatmu dengan perempuanmu itu. Hatiku terasa perih tersayat-sayat pisau. Aku mulai tersadar, tega kah aku hadir ditengah-tengah kebahagiaan kalian? Mengharap perempuanmu mau berbagi suaminya untukku. Aku juga perempuan, tidak ada perempuan di dunia ini yang rela berbagi suami dengan perempuan lain. Jika ada yang bersikap ikhlas, aku yakin tidak ada perempuan yang bisa ikhlas melihat suaminya bersama perempuan lain. Jika ada yang bersikap ikhlas, aku yakin hatinya menangis, aku yakin hatinya perih.
Aku juga perempuan, aku mau seperti perempuan lainnya bahagia dan hidup dengan orang yang sangat di kasihi. Apa bedanya aku dengan perempuan itu? Dia kenal dengan mu lebih dulu dibanding aku, rasanya itu tidak adil. Dia perempuan yang sabar, memang aku kurang sabar apa lagi. Aku begitu berharap ketika kamu mulai menyapa ku kembali setelah 2 tahun yang penuh canda darimu. Tapi mungkin hari ini harus ku kubur dalam-dalam harapan itu. Aku akan berbesar hati relakan mu, biarkan mu bahagia dengan perempuan mu tanpa bayang-bayang ku lagi. Aku sadar betul bahwa selama ini aku hanya kamu anggap bayang-bayang mu saja. Sejajar denganmu, mengikutimu, tak bosan mendengar keluh atau bahagiamu dan akhirnya menghilang saat malam menjelang.
Dari Yuki-mu
Yang begitu bodoh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar