Selasa, 09 September 2014

Mimpi Tak Sama Dengan Kenyataan

Aku yang hari ini ternyata masih sama seperti aku yang kemarin. Tak ada perubahan yang serius dengan kejiwaan ku setelah sebulan kamu tinggalkan aku sendiri. Ini adalah kali keduanya aku merasa tidak dihargai dan merasa di manfaatkan oleh seorang laki-laki. Aku sadar aku tidak terlalu cantik dan aku tidak terlalu menarik, tapi aku perempuan yang seharusnya di lindungi dan dijaga. Bukan sebuah boneka yang di mainkan sesuka hati dan dilempar-lempar jika marah ataupun ditinggalkan jika sudah bosan. Aku berusaha menjadi seseorang yang mengerti dan selalu jadi orang di barisan paling depan jika kamu merasa tersakiti, tapi semua tidak ada artinya untukmu. Semua tindakanku bagi mu bagai debu yang terbawa angin, terasa tapi mengganggu. 

Tuhan, apa dosaku hingga Engkau berikan aku cobaan dengan datangnya laki-laki yang tidak tau sopan itu hadir di hidupku? Aku selalu iri melihat teman-teman perempuanku dapatkan laki-laki yang baik dan menghargainya, padahal ia tidak sepintar aku waktu di sekolah dan tidak secantik aku waktu di kelas XII IPA 2 dulu. Tapi lihat sekarang, begitu beruntungnya dia di banding aku. Aku iri, benar-benar iri, tapi aku sadar tidak seharusnya perasaan iri itu ada di hatiku. Aku berusaha keras untuk mengusir perasaan iri ini, tapi kenapa terasa sulit. 

Aku hanya seorang perempuan lugu yang masih suka menangis jika mendengar suatu hal yang sedih. Apa lagi sekarang aku di hadapkan pada kenyataan takdir hidup yang jauh dari yang aku bayangkan waktu SMA dulu, bahkan sekarang ditambah lagi dengan perginya kamu. Luka kemarin juga masih merah, bukannya kamu datang untuk mengobati malahan kamu tambah kembali dengan luka baru. 

Luka ini masih terasa perih, tapi dunia tak mau dengar curhatan hatiku tentang sakit ini. Dunia tak butuh tangisan, tapi dunia minta senyuman dariku. Aku selalu berusaha tersenyum bahkan tertawa dengan tulus. Aku sadar bahwa mau smapai kapan aku terus berkubang dalam kesedihan dan terus-terusan meratapi takdir hidupku. Dunia tidak akan berakhir sampai disini saja, dunia akan terus berputar dan masih banyak lagi cerita kedepannya untuk ku. 

Yuki Haruka
Semangaaat....,

Selasa, 02 September 2014

Kamu dan kamu

Sore ini untuk membunuh sepi dengan pekerjaan ku di kantor, aku kembali menulis blog tentang kamu. Kamu yang beberapa minggu ini terlewatkan dalam hariku. Sesaat angan ku kembali melayang terbawa rindu yang mengikat hati. Bayang wajah mu terasa nyata dalam tatapanku, membuat ku semakin susah lupa denganmu, ditambah akun facebook mu yang masih bisa ku intip sekali waktu. Tanpa ku sadari air mata ku jatuh basahi laporan kerja ku, ternyata aku menangis, membayangkan betapa jahatnya aku hadir ditengah kebahagian kamu dengan perempuan mu. Tapi aku benar-benar cinta  kamu, dari 2 tahun yang lalu sampai hari ini, apa itu adalah sebuah kesalahan? Bahkan aku rela kamu jadikan aku yang kedua. Apakah perempuanmu tak bisa membagi kamu untuk aku? Berbagi suaminya untuk perempuan lain. Aku tidak akan merebutmu dari sisinya, aku cuma minta berbagi sedikit cintamu dengan aku. Apakah permintaan ku begitu berat?

Kalau permintaan ku begitu berat, lalu apa arti panggilan sayang yang kamu selipkan di hariku kemarin, apa arti gandengan tangan saat kita berjalan bersama, apa juga arti dari kecupanmu di bibir ku malam itu dan apa juga arti dari dekapan hangatmu saat aku merasa ketakutan saat kita nonton di bioskop. Sungguh aku tak mengerti arti semua yang kamu lakukan padaku kemarin. Jika kamu anggap itu semua biasa saja, tapi kenapa aku rasakan begitu manis dan kamu begitu tulus lakukan itu semua terhadap aku? Sayang, aku begitu rindu denganmu. Aku ingin kamu ada disini sekarang, aku sudah tak bisa lagi menutupi perasaan ini dan hanya bisa menuliskan keluhku di blog. Kapan mimpi ini akan berakhir? Aku ingin cepat-cepat bangun dari mimpi buruk ini. 


Semoga ini hanya mimpi,,,

Rabu, 27 Agustus 2014

4 Minggu Tanpa Kabar darimu

Sudah 4 minggu tanpa kabar darimu. Yang sudah buat ku mengerti kalau kamu mulai pergi dari hidup ku dan mungkin tak ada niat untuk kembali. Aku tidak munafik, jika aku memang sangat merindukamu dan selalu mencari-cari sosok mu. Bahkan aku masih berharap kita bisa bertemu kembali, tertawa-tawa bersama, cerita bayak hal dan masih banyak lagi kebiasaan kita saat kita masih bersama dulu.

Hey, Tuan SSFC. Lihat kesini, setelah kepergianmu langitku masih biru, bungaku tetap layu, aku masih bisa bernafas dengan paru-paruku, semua masih berjalan seperti biasa dan ada pada tempatnya. Aku masih baik-baik saja Tuan, jangan khawatirkan aku. Aku masih bisa tersenyum walau kamu tak lagi menjagaku, aku masih bisa melawan rasa takutku walau kamu tak lagi jadi bagian hidupku.

Sudah 4 minggu tanpa kabar darimu. Ketika kamu terakhir ingin kita bertemu, ternyata itu pertemuan kita untuk yang terakhir. Saat itu tak ada getar aneh yang aku tangkap, kamu masih sama dan baik-baik saja. Malahan kamu ajak aku untuk menikah. Tapi ajakan itu kenapa berakhir dengan kandasnya hubungan kita. Aku benar-benar tidak mengerti, tak terbaca oleh nalarku. Aku tak mau semua hal yang manis jika kamu hempaskan aku sekeji ini.

Sudah 4 minggu tanpa kabar darimu. Tuan, aku sudah tak bisa lagi berpura-pura tidak terjadi apa-apa dan merasa baik-baik saja. Aku sudah tak bisa lagi menahan rasa rindu ini, rindu ini telah racuni sel-sel otak ku. Pikiran ku seakan hanya ada kamu, aku benar-benar gila karena mu. Begitu bodohnya aku sampai-sampai gila karena cinta, cinta yang tak siapapun tau. 

Sudah 4 minggu tanpa kabar darimu. Masih saja aku melamunkanmu, mengingat-ingat wangi tubuhmu, meningat-ingat kecupan terakhirmu yang mendarat di bibirku. Semua begitu manis pada tempatnya, tapi kenapa harus berakhir secepat ini. Rasanya baru sebentar aku rasakan bahagia, dan sekarang harus ku relakan bahagia itu pergi dan menemukan jalannya sendiri tanpa melibatkan aku 

Dari Yuki-mu..
Yang begitu bodoh,
Masih mengharapkanmu kembali..


Kamis, 14 Agustus 2014

15 Agustus 2014

Sesaat tadi ku menengok akun facebook ku, mungkin saja kamu balas semua pesan ku atau mungkin ada cowo cakep yang nyasar. Aku intip dinding akun mu, ternyata semalam kamu unggah foto kamu dan perempuanmu beserta anak bayi kembar yang lucu-lucu. Aku juga tidak tau itu anak siapa yang berbagi layar foto denganmu. Aku cemburu, amat sangat cemburu melihatmu dengan perempuanmu itu. Hatiku terasa perih tersayat-sayat pisau. Aku mulai tersadar, tega kah aku hadir ditengah-tengah kebahagiaan kalian? Mengharap perempuanmu mau berbagi suaminya untukku. Aku juga perempuan, tidak ada perempuan di dunia ini yang rela berbagi suami dengan perempuan lain. Jika ada yang bersikap ikhlas, aku yakin tidak ada perempuan yang bisa ikhlas melihat suaminya bersama perempuan lain. Jika ada yang bersikap ikhlas, aku yakin hatinya menangis, aku yakin hatinya perih.


Aku juga perempuan, aku mau seperti perempuan lainnya bahagia dan hidup dengan orang yang sangat di kasihi. Apa bedanya aku dengan perempuan itu? Dia kenal dengan mu lebih dulu dibanding aku, rasanya itu tidak adil. Dia perempuan yang sabar, memang aku kurang sabar apa lagi. Aku begitu berharap ketika kamu mulai menyapa ku kembali setelah 2 tahun yang penuh canda darimu. Tapi mungkin hari ini harus ku kubur dalam-dalam harapan itu. Aku akan berbesar hati relakan mu, biarkan mu bahagia dengan perempuan mu tanpa bayang-bayang ku lagi. Aku sadar betul bahwa selama ini aku hanya kamu anggap bayang-bayang mu saja. Sejajar denganmu, mengikutimu, tak bosan mendengar keluh atau bahagiamu dan akhirnya menghilang saat malam menjelang. 





Dari Yuki-mu
Yang begitu bodoh 

Rabu, 13 Agustus 2014

Tolong Temui Aku

Sampai kapan keadaan ini akan berlangsung. Rasanya aku telah lelah menunggu mu keluar dari tempat persembunyianmu. Aku sudah tak ingin menunggu lebih lama lagi hanya untuk mendengar kata "Hallo" dari mulutmu. Aku tak bisa bohongi perasaan ku sendiri, Aku begitu rindu kamu sampai saat aku menulis blog ini. Berkali-kali ku lihat layar ponselku, ku berharap ada pesan singkat darimu. Tapi tak ada satupun pesan darimu dari pagi tadi.

Aku hanya ingin hubungan ini jelas kemana arahnya. Jangan diam kan aku seperti ini, menunggu aku mengerti sendiri dengan keadaan ini. Tapi sungguh aku tidak mengerti dan mungkin tak mau mengerti, karena aku ingin dengar dari mulutmu sendiri. Jika memang kamu ingin cegah langkahku, tolong jangan beri aku sejuta harapan, jangan beri aku mimpi-mimpi yang indah. Tolongjangan peluk aku saat aku menangis, Tolong jangan pegang tanganku saat kita jalan bersama. Tolong jangan cium kening ku saat kamu antar kan aku pulang. 

Aku ingin semua ini jangan berakhir, aku minta sebentar saja bisa berdua denganmu. Walaupun hanya sekedar mengenang perasaan yang pernah ada untuk kamu. Selalu ku rapalkan dalam do'a, "Semoga kamu adalah hadiah terindah dari Allah untuk ku, untuk teman hidup ku, untuk ketenangan hati ku". Tapi kenyataan berkata lain, kamu perlahan menjauh dari pandanganku. Aku tak bisa menebak, apakah ini sekenario Tuhan agar aku bisa mensyukuri apa yang sudah aku miliki atau memang hidup ku di simpan agar aku bisa memperbaiki kualitas diri ku untuk di perjodohkan dengan orang yang lebih baik. Tapi saat ini yang ada di pikiran ku hanya amu. Kamu pasti tidak tau dan tidak akan pernah tau sebesar apa cinta ini untuk kamu.


Dari Yuki-mu..
Yang terus menunggumu..



Selasa, 12 Agustus 2014

Dwitasari :): Dua Hari Ini

Dwitasari :): Dua Hari Ini: Ketika dua hari kau menghilang dan tidak ada kabar, aku menyimpan rinduku dalam-dalam dan menunggu kamu menghubungi lebih dulu. Nyatanya, k...

Senin, 11 Agustus 2014

12 Agustus 2014

Hallo, Tuan SSFC. Sudah beberapa hari ini tak ada sedikit kabar dari mu, ku cari-cari tapi tak kunjung ku dapati. Entah kamu berada dimana, sesibuk apa sampai-sampai tak ada waktu untuk kamu bisa genggam hpmu agak bisa kabari aku. Aku rindu kamu, rindu semua tentang kamu. Sampai-sampai semalam aku bermimpi tentangmu. Tak ada lagi panggilan sayang untuk ku, tak ada lagi tatapan hangatmu, tak ada lagi sentuhan lembut jemarimu, tak ada lagi sebuah kecupan walaupun itu cuma titik dua bintang. 

Jauh sebelum kamu izin kan aku bebas melangkah ke hidupmu, aku sudah mengira bahwa hubungan kita tidak akan berakhir happy ending seperti di sinetron. Aku selalu membayangkan jika kamu tidak sedang bersamaku, tubuh siapa yang kamu dekap. Aku cemburu, tapi aku sadar aku tak boleh seperti itu. Kenyataannya kamu milik perempuan itu, bukan milik aku perempuan manja yang kekanak-kanakkan. Aku masih ingat betul, kemarin malam adalah pertemuan terakhir kita. Hadiah dari mu yang tak akan bisa aku lupakan dalam hidupku. Kita begitu dekat, kamu begitu nyaman berada di dekatku dan aku pun begitu. 

Mau sampai kapan aku terus menunggu mu tanpa kejelasan hubungan ini. Aku lelah, aku muak. Aku sadar betul, kamu telah bahagia dengan perempuan santun itu dan aku apa? Hanya seorang pengganggu yang menuntut kamu untuk selalu jadikan aku yang paling penting di atas segalanya. Tapi memang itu sebuah kesalahan? Allah telah anugrahkan cinta untuk aku. Dan cinta ku mengarah pada mu Tuan SSFC. Jelaskan pada ku dengan terang, kejelasan hubungan ini. Jangan cuma diam saja, menunggu ku mengerti sendiri.


Dari perempuan manja..
Yang sangat merindukanmu..