Aku yang hari ini ternyata masih sama seperti aku yang kemarin. Tak ada perubahan yang serius dengan kejiwaan ku setelah sebulan kamu tinggalkan aku sendiri. Ini adalah kali keduanya aku merasa tidak dihargai dan merasa di manfaatkan oleh seorang laki-laki. Aku sadar aku tidak terlalu cantik dan aku tidak terlalu menarik, tapi aku perempuan yang seharusnya di lindungi dan dijaga. Bukan sebuah boneka yang di mainkan sesuka hati dan dilempar-lempar jika marah ataupun ditinggalkan jika sudah bosan. Aku berusaha menjadi seseorang yang mengerti dan selalu jadi orang di barisan paling depan jika kamu merasa tersakiti, tapi semua tidak ada artinya untukmu. Semua tindakanku bagi mu bagai debu yang terbawa angin, terasa tapi mengganggu.
Tuhan, apa dosaku hingga Engkau berikan aku cobaan dengan datangnya laki-laki yang tidak tau sopan itu hadir di hidupku? Aku selalu iri melihat teman-teman perempuanku dapatkan laki-laki yang baik dan menghargainya, padahal ia tidak sepintar aku waktu di sekolah dan tidak secantik aku waktu di kelas XII IPA 2 dulu. Tapi lihat sekarang, begitu beruntungnya dia di banding aku. Aku iri, benar-benar iri, tapi aku sadar tidak seharusnya perasaan iri itu ada di hatiku. Aku berusaha keras untuk mengusir perasaan iri ini, tapi kenapa terasa sulit.
Aku hanya seorang perempuan lugu yang masih suka menangis jika mendengar suatu hal yang sedih. Apa lagi sekarang aku di hadapkan pada kenyataan takdir hidup yang jauh dari yang aku bayangkan waktu SMA dulu, bahkan sekarang ditambah lagi dengan perginya kamu. Luka kemarin juga masih merah, bukannya kamu datang untuk mengobati malahan kamu tambah kembali dengan luka baru.
Luka ini masih terasa perih, tapi dunia tak mau dengar curhatan hatiku tentang sakit ini. Dunia tak butuh tangisan, tapi dunia minta senyuman dariku. Aku selalu berusaha tersenyum bahkan tertawa dengan tulus. Aku sadar bahwa mau smapai kapan aku terus berkubang dalam kesedihan dan terus-terusan meratapi takdir hidupku. Dunia tidak akan berakhir sampai disini saja, dunia akan terus berputar dan masih banyak lagi cerita kedepannya untuk ku.
Yuki Haruka
Semangaaat....,