Selasa, 15 Juli 2014

Kemana Ku Harus Melangkah

Langit kota Karawang hari ini begitu cerah. Orang-orang hilir mudik membawa proposal dan selembar kertas melintas di meja kerja ku. Terasa sekali hirup pikuk dikantor yang sibuk, walaupun kerjaan ku menumpuk tinggi tapi tetap saja aku bisa memperhatikan gerak gerik orang di sekitar ku. Dan juga sempat-sempatnya memikirkan kamu dan hubungan kita.

Kamu anggap aku ini apa? Kamu tarik aku ke kehidupanmu lagi untuk apa? Aku iri dengan perempuan yang saat ini ada disampingmu, dia dapatkan kamu, orang yang paling aku inginkan. Kamu berulang kali bicara tidak bisa melepaskan dia tapi ingin memiliki aku dengan cara baik-baik datang ke keluarga aku. Dia sudah dapatkan cinta yang tulus darimu tanpa harus susah payah tampil cantik dan sempurna. Tapi aku berusaha untuk selalu tampil cantik dan sempurna di depanmu agar kamu tetap bersama aku. Aku selalu takut kehilanganmu jika nanti aku sudah tua dan jelek. Apa lagi pandangan orang tentangku, pasti mereka memandangku sebelah mata karena aku dianggap perusak rumah tangga orang. Memang sehina itu aku, aku juga sama seperti kalian. Aku ingin bahagia bersama orang yang aku cinta, apakah itu sebuah kesalahan. 

Jika aku teruskan hubungan ini, mau sampai mana aku terbawa arus sederas ini. Cuma main-main saja atau yang paling buruk jadi istri kedua. Sejelek itu kah jalan hidupku, jika memang seperti itu jalan yang telah Engkau atur untuk hidup ku. Aku ikhlas ya Allah menerimanya. Tapi tunjukan jalan yang baik untuk sampai kesana. 


Dari perempuan mellow
Yang mencari kejelasan hubungan dengan mu

Senin, 14 Juli 2014

Kenapa Perasaan Ini Harus Ada


Semakin tak bisa ku kendalikan perasaan yang meluap-luap pagi ini, saat aku teringat kejadian kemarin malam. Kamu ajak aku nonton Transformer  di bioskop, antara senang, malu, dan lucu karena menurut aku itu tontonan anak kecil. Sore itu sepulang kerja aku tunggu kedatangan mu, semenit dua menit, sejam dua jam tapi tak kunjung bayangan mu tertangkap mataku. Aku mulai berpikir kalau kamu tidak akan datang tepati janji yang kamu ucapkan siang itu.

Aku mulai kecewa dan berlalu dari tempat duduk yang dari tadi hanya diam mendengar keluh ku. Namun sesaat terdengar gaduh banyak orang memanggilku, aku mulai tersadar dari lamunanku dan menoleh ke arah suara itu. Sungguh terkejut, ternyata suara itu adalah teman kerja ku di tempat kerja yang dulu. Kecewa ku langsung berubah menjadi sebuah tawa, tak lama sosok yang sedari tadi ku tunggu mulai terlihat menembus gelap. Aku bertanya-tanya dalam hati, ini bukan mimpi kan? hari ini ku dapatkan 2 kebahagiaan yang begitu ku rindukan.

Aku hanya bisa diam saat di bioskop duduk di sampingnya. lamunan ku terus menerawang menembus waktu, kembali ke waktu dulu. perasaan ini sama percis seperti dulu waktu aku mengenalmu 2 tahun yang lalu, saat itu juga sempat kita memutuskan untuk berpacaran. entah karena hal apa kamu perlahan menjauhiku, sampai aku terbiasa ada jarak diantara kita sudah jauh dari kata2 sayang yang selalu kamu sisipkan dalam hariku. Sampai hubungan kita hanya sebatas partner kerja saja. Setelah itu kamu memutuskan untuk menikah dan aku keluar dari pekerjaan ku. sampai detik ini, sampai aku dapatkan pekerjaan baru yang jauh dari pandanganmu. Entah angin atau badai dari mana, membawa kembali perasaan semacam ini bukan cuma hati ku atau hati kamu saja tapi di hati kita berdua. 

Sosok mu yang selalu menjadi idola buatku, kata-kata yang lembut dan sopan selalu terucap dari bibir mu. ledekan-ledekan yang selalu membuat ku tertawa bila mendengarnya. Semua ingatan itu naik kepermukaan, membuatku semakin mengagumimu. Dekapanmu, membuat lamunan ku pecah dan aku tersadar bahwa saat ini aku miliki kamu untuk kedua kalinya. Tapi statusnya berbeda, aku suka dan jatuh cinta dengan suami orang. Setiap shalat selalu ku berdo'a "Ya Allah, kenapa Engkau kasih aku perasaan seperti ini jika akan menyakiti perasaan orang lain. Aku sangat menginginkannya untuk ada disisiku dan terus menemaniku sampai mata ini tertutup dan jantung ini tidak berdenyut kembali. Aku ingin hanya ada aku saja di hati dan pikirannya. Terlalu egois memang, tapi Ya Allah berikan jalan untuk ku harus kemana kaki ini melangkah. Melangkah untuk terus bersamanya atau pergi membiarkan dia bahagia dengan keluarga kecilnya" 


Dari perempuan masa lalu mu 
yang selalu mencintaimu dari dulu sampai detik ini.