Langit kota Karawang hari ini begitu cerah. Orang-orang hilir mudik membawa proposal dan selembar kertas melintas di meja kerja ku. Terasa sekali hirup pikuk dikantor yang sibuk, walaupun kerjaan ku menumpuk tinggi tapi tetap saja aku bisa memperhatikan gerak gerik orang di sekitar ku. Dan juga sempat-sempatnya memikirkan kamu dan hubungan kita.
Kamu anggap aku ini apa? Kamu tarik aku ke kehidupanmu lagi untuk apa? Aku iri dengan perempuan yang saat ini ada disampingmu, dia dapatkan kamu, orang yang paling aku inginkan. Kamu berulang kali bicara tidak bisa melepaskan dia tapi ingin memiliki aku dengan cara baik-baik datang ke keluarga aku. Dia sudah dapatkan cinta yang tulus darimu tanpa harus susah payah tampil cantik dan sempurna. Tapi aku berusaha untuk selalu tampil cantik dan sempurna di depanmu agar kamu tetap bersama aku. Aku selalu takut kehilanganmu jika nanti aku sudah tua dan jelek. Apa lagi pandangan orang tentangku, pasti mereka memandangku sebelah mata karena aku dianggap perusak rumah tangga orang. Memang sehina itu aku, aku juga sama seperti kalian. Aku ingin bahagia bersama orang yang aku cinta, apakah itu sebuah kesalahan.
Jika aku teruskan hubungan ini, mau sampai mana aku terbawa arus sederas ini. Cuma main-main saja atau yang paling buruk jadi istri kedua. Sejelek itu kah jalan hidupku, jika memang seperti itu jalan yang telah Engkau atur untuk hidup ku. Aku ikhlas ya Allah menerimanya. Tapi tunjukan jalan yang baik untuk sampai kesana.
Dari perempuan mellow
Yang mencari kejelasan hubungan dengan mu